<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.menyusui.net &#187; puting lecet</title>
	<atom:link href="http://www.menyusui.net/tag/puting-lecet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.menyusui.net</link>
	<description>asi eksklusif, menyusui, dan tentang bayi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Aug 2010 16:54:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Berbagai Masalah Menyusui</title>
		<link>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/berbagai-masalah-menyusui/</link>
		<comments>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/berbagai-masalah-menyusui/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 11:48:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Problem Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[abses payudara]]></category>
		<category><![CDATA[mastitis]]></category>
		<category><![CDATA[payudara bengkak]]></category>
		<category><![CDATA[puting lecet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Proses menyusui memang tidak selamanya berjalan mulus. Akibatnya, payudara Anda pun membengkak atau meradang. Menyebalkan memang. Tapi, bisa kok disiasati. Bagaimana caranya?
Payudara membengkak
Terjadi sekitar 2-3 hari setelah melahirkan. Biasanya nih, payudara membengkak gara-gara meningkatnya aliran darah ke payudara dan mulainya produksi ASI. Masalahnya, bengkak bisa bikin puting susu jadi rata, sehingga bayi sulit menyusu. Gangguan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/payudara-sehat-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Payudara Sehat Saat Menyusui'>Payudara Sehat Saat Menyusui</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/problem-ibu-menyusui-mastitis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Problem Ibu Menyusui: Mastitis'>Problem Ibu Menyusui: Mastitis</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aneka Masalah Payudara'>Aneka Masalah Payudara</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Proses menyusui memang tidak selamanya berjalan mulus. Akibatnya, payudara Anda pun membengkak atau meradang. Menyebalkan memang. Tapi, bisa kok disiasati. Bagaimana caranya?</p>
<p><strong><em>Payudara membengkak</em></strong><br />
Terjadi sekitar 2-3 hari setelah melahirkan. Biasanya nih, payudara membengkak gara-gara meningkatnya aliran darah ke payudara dan mulainya produksi ASI. Masalahnya, bengkak bisa bikin puting susu jadi rata, sehingga bayi sulit menyusu. Gangguan akan berkurang dalam waktu 24-48 jam, namun bisa makin menjadi-jadi bila Anda jarang menyusuinya. Untuk mengatasinya, sering-sering menyusui sampai payudara betul-betul kosong, jangan pakai BH yang ketat, kompres payudara dengan air dingin, pijat-pijat payudara sebelum menyusui, dan lainnya.</p>
<p><strong><em>Payudara meradang</em></strong><br />
Gangguan ini dikenal juga sebagai mastitis. Umumnya sih, terjadi 2-6 minggu setelah melahirkan akibat adanya infeksi bakteri serta pemakaian BH yang terlalu ketat. Gejalanya? Payudara membengkak, agak kemerahan, demam, dan merasa sangat lelah. Untuk itu, kompres payudara dengan air hangat dan susui si kecil sesering mungkin. Segera ke dokter bila radang cukup parah dan timbul abses (nanah) pada payudara. Bisa jadi, Anda perlu operasi untuk mengeluarkan nanah tersebut.</p>
<p><strong>Puting susu</strong><br />
Selain payudara, puting susu juga sering jadi sasaran masalah. Dan ternyata, cukup mengganggu juga bila dibiarkan berlarut-larut. Apa sih yang perlu jadi perhatian?</p>
<p><strong><em>Puting susu datar </em></strong><br />
Kelainan bawaan ini terjadi karena pelekatan mengakibatkan saluran susu lebih pendek dan menarik puting susu ke dalam. Mudah kok menyiasatinya. Tarik puting susu keluar dengan jari tangan, tahan selama beberapa waktu. Lakukan ini sebanyak 2 kali sehari. Atau, gunakan alat bantu, seperti nipple shields dan breast shields. Bisa juga, puting susu “direndam” dulu ke dalam air hangat sebelum menyusui, lalu tarik-tarik puting susu keluar.</p>
<p><strong><em>Puting susu nyeri</em></strong><br />
Ini karena tidak pasnya posisi mulut bayi saat menyusu. Umumnya sih, terjadi pada hari-hari pertama menyusui. Bila tidak nyeri-nyeri amat, terus saja menyusui si kecil. Agar nyeri berkurang, oleskan sedikit ASI pada puting susu dan sekitarnya atau kompres payudara dengan air hangat sebelum menyusu. Kelar menyusui, oleskan lagi ASI pada payudara, lalu biarkan kering. Biar puting susu tetap kering, pilih-pilih BH (bahan menyerap keringat, seperti katun) dan juga sering-sering mengganti BH.</p>
<p><strong>Jumlah ASI </strong><br />
Menyusui melibatkan proses menghasilkan dan mengeluarkan ASI. Biar pemberian ASI lancar, kedua proses itu harus berjalan seimbang. Tidak kekurangan, tidak juga berlebihan. Kenapa sih?</p>
<p><strong><em>ASI kurang</em></strong><br />
Tidak sulit untuk menduga penyebabnya. Umumnya, terjadi karena tidak optimalnya kegiatan menyusui dan Anda memang stres. Jadi, perbaiki dulu proses menyusui Anda, seperti cari cara dan posisi menyusui yang paling nyaman, sering-sering menyusui, dan sebagainya. Stres bisa diatasi dengan membenahi gaya hidup, seperti cukup istirahat, rajin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan sebagainya.</p>
<p><strong><em>ASI terlalu deras</em></strong><br />
Karena payudara Anda penuh susu, aliran ASI jadi tidak terkendali. Ini wajar terjadi pada minggu-minggu pertama masa menyusui. Payudara kan sedang menyesuaikan produksi ASI-nya dengan kebutuhan si kecil. Mengatasinya bisa dengan selalu memakai breast pads, mengeluarkan sebagian ASI sebelum menyusui, sering-sering menyusui, dan sebagainya.</p>
<p>sumber: ANMUM Indonesia</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/payudara-sehat-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Payudara Sehat Saat Menyusui'>Payudara Sehat Saat Menyusui</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/problem-ibu-menyusui-mastitis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Problem Ibu Menyusui: Mastitis'>Problem Ibu Menyusui: Mastitis</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aneka Masalah Payudara'>Aneka Masalah Payudara</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/berbagai-masalah-menyusui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Payudara Sehat Saat Menyusui</title>
		<link>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/payudara-sehat-saat-menyusui/</link>
		<comments>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/payudara-sehat-saat-menyusui/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 11:48:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Problem Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[abses payudara]]></category>
		<category><![CDATA[mastitis]]></category>
		<category><![CDATA[puting lecet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Keinginan ibu menyusui buah hatinya sering terhambat oleh ketidaknyamanan saat menyusui,umumnya akibat gangguan kecil seperti bayi sulit menghisap ASI, payudara lecet dan semacamnya. Tapi karena kondisi ibu saat itu belum pulih, baik fisik maupun emosi, maka ibu akan merasa tertekan dan memutuskan untuk mengganti ASI dengan susu formula.
Bila ibu terlalu cepat memutuskan beralih ke susu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/berbagai-masalah-menyusui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berbagai Masalah Menyusui'>Berbagai Masalah Menyusui</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/problem-ibu-menyusui-mastitis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Problem Ibu Menyusui: Mastitis'>Problem Ibu Menyusui: Mastitis</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aneka Masalah Payudara'>Aneka Masalah Payudara</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keinginan ibu menyusui buah hatinya sering terhambat oleh ketidaknyamanan saat menyusui,umumnya akibat gangguan kecil seperti bayi sulit menghisap ASI, payudara lecet dan semacamnya. Tapi karena kondisi ibu saat itu belum pulih, baik fisik maupun emosi, maka ibu akan merasa tertekan dan memutuskan untuk mengganti ASI dengan susu formula.</p>
<p>Bila ibu terlalu cepat memutuskan beralih ke susu formula, sayang sekali sebab ASI adalah anugerah. Semua nutrisi penting dengan proporsi yang ideal dan dalam bentuk yang mudah diserap bayi, terkandung di dalamnya. Secara medis terbukti tumbuh kembang bayi yang meminum ASI lebih baik dan memiliki daya tahan tubuh optimal serta hubungan emosional ibu dan bayi lebih erat.<br />
Di bawah ini ada beberapa kiat agar payudara sehat saat menyusui agar para Ibu termasuk mereka yang aktif berkarir tidak ragu lagi untuk memberikan ASI pada bayinya.</p>
<p><strong>Perawatan payudara</strong></p>
<p>Yang pertama harus diperhatikan adalah bagaimana melakukan perawatan payudara. Perawatan yang perlu dilakukan berupa pemijatan payudara untuk memperbaiki sirkulasi darah, merawat puting payudara agar bersih dan tidak mudah lecet, serta memperlancar keluarnya ASI.<br />
Pertama cuci dan keringkan tangan lalu olesi dengan baby oil. Tarik dan pelintir puting payudara ke kanan dan ke kiri masing-masing 20 kali. Lalu dengan kedua telapak tangan dan jari-jari, pegang payudara dan pijat ke arah puting payudara sebanyak 10 kali. Terakhir, pijat areola (daerah yang berwarna gelap) ke arah puting susu dengan menggunakan ibu jari. Lakukan perawatan 2 kali sehari.<br />
Setelah melahirkan, pijat dengan telapak tangan mulai dari bagian tengah payudara ke arah atas, berputar ke arah samping bawah dan kembali ke depan. Ulangi gerakan sebanyak 20 &#8211; 30 kali. Lalu pijat payudara dengan jari mulai dari pangkalnya ke arah puting sebanyak 20 &#8211; 30 kali. Lalu siram payudara kiri dan kanan bergantian dengan air hangat sebanyak 5 kali.</p>
<p><strong>Mengatasi keluhan</strong></p>
<p>Segera atasi keluhan yang muncul agar tidak menjadi lebih parah. Misalnya, payudara bengkak dan keras akibat ASI berlebihan. Atasi keluhan ini dengan cara mengompres payudara dengan air atau flanel hangat.</p>
<p><strong>Puting terasa perih dan / atau retak</strong></p>
<p>Batasi waktu menyusui selama 10 menit setiap kali penyusuan. Bila puting retak hentikan kegiatan menyusui minimal 24 jam agar tidak terinfeksi. Jaga payudara agar tetap kering dengan menggunakan bantalan dalam BH yang diganti secara teratur dan angin-anginkan payudara sesering mungkin serta olesi payudara dengan minyak lanolin. Usahakan bayi melahap seluruh puting saat menyusu dan gunakan pelindung puting payudara yang terbuat dari bahan karet lunak saat menyusui jika puting terluka. Segera periksakan ke dokter jika puting masih tetap luka.</p>
<p><strong>Air susu merembes</strong></p>
<p>Keluhan yang membuat Ibu kurang nyaman saat menyusui adalah pakaian basah akibat rembesan ASI. Selain dapat merusak penampilan, hal ini juga tidak baik bagi kesehatan ibu dan bayi. Karena payudara yang lembab dapat menjadi sumber berkembangnya bakteri dan jamur, sehingga dapat menimbulkan iritasi dan infeksi. Untuk mengatasinya hindari pemakaian sapu tangan, handuk maupun tissue karena akan membuat payudara tetap basah dan lembab. Pilihlah bantalan BH khusus untuk menahan rembesan ASI.<br />
Di pasaran banyak dijual produk Breast Pad, bantalan BH yang mampu mencegah ASI agar tidak merembes ke permukaan pakaian dan menjaga puting payudara tetap kering dan bersih. Ada yang dibuat dari bahan khusus yang dapat mengubah ASI menjadi bentuk gel dan lapisan luarnya terbuat dari tissue yang dilaminasi sehingga rembesan ASI tidak membasahi pakaian maupun permukaan payudara. Biasanya untuk sekali pakai. Ada juga yang terbuat dari kain lembut yang dapat dicuci untuk dipakai lagi. Yang penting pilihlah Breat Pad yang bahannya lembut dan halus sehingga nyaman dipakai. Seringlah mengganti Breast Pad, minimal 2 kali sehari. <em>(MCH)</em></p>
<p>sumber: Medicastore</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/berbagai-masalah-menyusui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berbagai Masalah Menyusui'>Berbagai Masalah Menyusui</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/problem-ibu-menyusui-mastitis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Problem Ibu Menyusui: Mastitis'>Problem Ibu Menyusui: Mastitis</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aneka Masalah Payudara'>Aneka Masalah Payudara</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/payudara-sehat-saat-menyusui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aneka Masalah Payudara</title>
		<link>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/</link>
		<comments>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2006 11:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Problem Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[payudara bengkak]]></category>
		<category><![CDATA[puting datar]]></category>
		<category><![CDATA[puting lecet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Repotnya jika saat menyusui muncul masalah pada payudara kita. Selain kita &#8220;tersiksa&#8221;, bayi pun jadi sulit menyusu. 
 
 Saat si kecil hadir setelah menunggunya selama 9 bulan- tentu kita ingin memberikan yang terbaik buat sang buah hati. Di antaranya, memberi ASI eksklusif. Sayangnya, kadang keinginan itu tak bisa berjalan mulus karena payudara kita bermasalah. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.menyusui.net/manfaat-asi/semua-ibu-pasti-bisa-menyusui-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui'>Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/problem-ibu-menyusui-mastitis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Problem Ibu Menyusui: Mastitis'>Problem Ibu Menyusui: Mastitis</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/bila-payudara-bengkak-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui'>Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><em><strong>R</strong></em><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em>epotnya jika saat menyusui muncul masalah pada payudara kita. Selain kita &#8220;tersiksa&#8221;, bayi pun jadi sulit menyusu. </em></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em> </em></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"> <span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Saat si kecil hadir setelah menunggunya selama 9 bulan- tentu kita ingin memberikan yang terbaik buat sang buah hati. Di antaranya, memberi ASI eksklusif. Sayangnya, kadang keinginan itu tak bisa berjalan mulus karena payudara kita bermasalah. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Ternyata banyak sekali, lo, masalah payudara yang bisa mengganggu kelancaran pemberian ASI seperti yang dijelaskan <strong>dr. Hj. Hasnah Siregar, SpOG</strong> dari RSAB Harapan Kita Jakarta berikut cara-cara mengatasinya. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>1.PUTING RATA </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Dikenal dengan <em>retracted nipple</em> banyak dijumpai pada ibu-ibu menyusui. Penyebabnya, sampai sekarang belum diketahui secara pasti. &#8220;Merupakan bawaan dari sononya atau sejak lahir memang payudaranya demikian.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Tentu saja bentuk puting demikian akan menyulitkan si buah hati dalam menyusu. Namun tak perlu khawatir, kok, Bu, karena masalah ini bukan berarti tak ada pemecahannya. Cara mengatasinya dengan menarik-narik puting secara kontinyu. Alangkah baiknya lagi jika program penarikan puting dimulai kala kehamilan berusia di atas 5 bulan. Sebab kalau dilakukan di bawah usia kehamilan 5 bulan bisa merangsang rahim untuk berkontraksi. Cara menariknya dengan memutar kiri-kanan, lantas tarik keluar. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika keadaannya tidak parah, maka dengan cara demikian, akan berhasil. Artinya, puting bisa sedikit menonjol keluar, sehingga bayi pun dapat menyusui dengan mudah. Namun jika keadaannya parah dan cara ini tidak berhasil, maka ASI sebaiknya dikeluarkan pakai pompa dan si kecil minum ASI lewat sendok. &#8220;Namun cara ini punya kelemahan, yaitu rangsangan isap menjadi hilang. Akibatnya, ASI jadi mudah terhenti produksinya. Padahal produksi ASI akan semakin baik jika diisap terus oleh bayi.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Yang tak boleh dilupakan, setelah puting berhasil keluar, si ibu harus rajin menyusui bayinya. &#8220;Agar si bayi sering mengisap puting sehingga lama-lama puting itu akan bisa menonjol. Bila otot-ototnya selalu ditarik-tarik mulut bayi, maka otot-otot itu bisa lebih panjang dan lentur.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika tidak menggunakan dua cara tersebut, maka puting bisa dipanjangkan dengan alat bantu puting buatan; dengan menempelkan puting buatan pada puting susu. &#8220;Sayangnya, banyak bayi yang tak suka dengan puting buatan. Mungkin karena rasanya tak enak mengisap puting ini,&#8221;. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>2.PUTING LECET </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Puting lecet pun kerap terjadi pada ibu menyusui. Penyebabnya tak lain karena teknik menyusui yang salah. &#8220;Anak bukannya mengisap sampai <em>areola mammae,</em> tapi mengisap hanya di bagian puting saja. Akibatnya, puting jadi mudah lecet.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Cara mengatasinya, lakukan teknik menyusui dengan benar, yaitu;<br />
- Si ibu harus duduk dengan tegak.<br />
- Mulut bayi harus masuk hingga ke <em>areola mammae</em>.<br />
- Bayi menghadap perut ibu dengan mulut dan dagu yang menempel betul pada payudara ibu.<br />
- Kuping dan tangan bayi berada pada garis lurus.<br />
- Jari tangan ibu jangan dalam posisi menggunting payudara karena akan mengunci gudang susu, sehingga ASI malah tak keluar. Yang benar, tangan dalam posisi menopang payudara, yaitu ibu jari di atas dan keempat jari di bawah puting.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Puting lecet juga bisa disebabkan kesalahan teknik melepaskan puting setelah menyusui. &#8220;Seringkali terjadi, melepaskan puting dari mulut bayi dengan menarik puting itu. Jika mulut bayi masih kuat tertanam di puting ibu, maka tarikan ini hanya akan membuat puting jadi lecet.&#8221; Sebaiknya, lepaskan puting dari mulut bayi dengan cara memasukkan jari kelingking ibu ke mulut bayi melalui sudut mulut atau menekan dagu bayi ke bawah. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Puting lecet juga disebabkan perawatan payudara tidak benar. Misalnya, membiarkan puting selalu dalam keadaan basah. Puting yang basah hanya akan mendatangkan atau menumbuhkan kuman, sehingga memudahkan infeksi dan lecet. Karena itu sebaiknya sebelum menyusui puting selalu dalam keadaan kering. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Nah, untuk menghindari infeksi, sebaiknya sebelum menyusui, pijat puting sedikit agar keluar air susunya. Air susu ini kemudian digunakan untuk mengolesi puting dan sekitar areola. &#8220;Begitu juga sesudah menyusui. Dengan demikian, puting selalu bersih dan terhindar dari infeksi. Sebab, di dalam ASI ada pelumas yang bisa melembutkan <em>areola mammae</em> dan puting, serta mengandung desinfektan yang bisa membersihkan. Jadi, tak usah membasuh puting dengan air segala macam, cukup dengan air ASI saja sudah bersih, kok.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Juga jangan sekali-kali membersihkan puting memakai sabun, lo. Karena sabun mengandung soda yang memudahkan puting jadi lecet. &#8220;Payudara saat menyusui itu, kan, lagi mekar, bengkak, dan muara ASI-nya sedang terbuka, sehingga jadi sensitif jika terkena soda. Kala mandi, cukuplah dibersihkan memakai air saja, tanpa sabun.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Sebaiknya pula, jangan memakai bra yang memakai lapisan plastik di bagian dalamnya. Karena lapisan ini pun memungkinkan puting jadi lecet saat tergores permukaannya yang tak rata, misalnya. Paling aman adalah memilih bra yang memakai lapisan kain katun di bagian dalamnya. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika keadaan lecet puting ini sangat parah sebaiknya payudara yang lecet untuk sementara diistirahatkan dari acara menyusui hingga 24 jam. &#8220;Susuilah anak dengan payudara yang sebelah lagi.&#8221; Kalau ternyata ASI dari payudara yang lecet itu sudah penuh, ASI sebaiknya dikeluarkan dengan jalan dipompa. &#8220;ASI hasil pompaan ini dapat diminumkan ke bayi dengan jalan disendoki.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Selanjutnya, puting lecet tersebut diobati dengan obat oles hingga lecetnya sembuh. &#8220;Namun sebelum disusukan kembali, sebaiknya puting yang bekas diolesi obat ini dibersihkan dulu. Dengan demikian, bekas obat tidak terisap bayi.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>3.SALURAN TERSUMBAT</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Saluran tersumbat atau ASI membeku biasanya mengakibatkan benjolan lokal di salah satu bagian payudara, sementara bagian yang lain tidak. Misalnya, ada benjolan di atas payudara atau di bawah payudara. &#8220;Mungkin saja saat ia menyusukan ada sedikit ASI yang tersumbat, sehingga lama-kelamaan semua ASI pun akan tersumbat, kan?&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Cara mengatasinya dengan jalan menyusukan semua ASI di payudara hingga kosong, jangan sampai tersisa. &#8220;Kalau ternyata bayinya sudah kenyang tapi ASI-nya masih banyak, sebaiknya dipompa lantas disimpan. Entah itu di termos atau kulkas. Di kulkas tahan 48 jam, di termos 24 jam, sedangkan bila dibiarkan di udara terbuka tahan 8 jam. &#8220;Menyimpan ASI di udara terbuka sebaiknya menggunakan botol kaca, karena botol plastik mudah bereaksi.&#8221; Untuk mencairkan ASI yang baru dikeluarkan dari kulkas jangan direbus, ya, Bu, sebaiknya botolnya direndam dalam air panas. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em>Massage</em>-lah benjolan akibat penyumbatan ASI tersebut. &#8220;Kemudian kompres dengan lap handuk yang direndam air panas dan selanjutnya dalam air dingin. Lakukan terus hingga benjolan hilang.&#8221; Setelah itu, minta si bayi menyusu sering-sering di payudara itu hingga ASI kosong. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Untuk menghindari timbulnya benjolan kembali sebaiknya jangan memakai bra yang terlalu sempit. &#8220;Bra yang sempit hanya mengakibatkan <em>stuing</em> atau penekanan pada payudara yang mengakibatkan saluran ASI jadi tersumbat.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>4.PAYUDARA BENGKAK </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Pnyebabnya tak lain karena pengeluaran ASI yang tidak lancar. &#8220;Biasanya karena bayi tak cukup sering menyusu atau bayinya malas menyusu sehingga ASI bertumpuk di payudara ibu dan mengakibatkan bengkak.&#8221; Bayi malas menyusu bisa lantaran kenyang atau ada gangguan penyakit atau gangguan pencernaan. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Begitu juga ibu yang buru-buru menyapih bayinya gara-gara harus segera masuk kembali ke kantor karena cutinya habis juga menyebabkan payudara bisa membengkak. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Pembengkakannya tak selalu terjadi pada kedua belah payudara. Bisa saja hanya terjadi pada satu payudara. &#8220;Istilahnya asimetris. Biasanya terjadi karena bayi hanya menyusu di satu payudara, misalnya, di payudara kiri saja sementara kalau dipindah ke payudara kanan tak mau. Kalau hal ini dituruti, maka payudara yang kanan pasti membengkak.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Untuk mengatasinya, sebaiknya dalam menyusui memakai cara menggiring bola. Jadi, jangan memutar kepala anak dari payudara kiri dipindah ke payudara kanan dengan posisi kepala berpindah. Kalau ia merasa nyaman menyusu di payudara kiri ibu, berarti posisi pipi kananlah yang selalu menempel ke payudara ibu, kan? Nah, gunakan taktik, menggesernya dari payudara kiri ke payudara kanan dengan tetap pada posisi pipi yang sama yang menempel di badan ibu. Tentu bayi akan merasa ia tetap menyusu di payudara kiri ibu padahal sudah bergeser ke payudara kanan. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Sebaiknya dalam menyusukan harus sama waktunya antara payudara yang satu dengan yang lainnya. &#8220;Sebagai ibu, toh, pasti akan tahu kemampuan anaknya menyusu. Kalau anaknya selalu menyusu selama 15 menit. Maka bagilah 15 menit itu untuk dua payudara dengan waktu yang sama. Karena kalau hanya satu saja yang sering disusukan, maka jadi besar sebelah. Yang sering disusui jadi lebih kecil dan yang tak pernah disusui jadi besar. Hasilnya jadi asimetris. Ini, kan, mengurangi keindahan.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika pun sudah kadung membengkak, maka payudara yang membengkak tersebut diolesi minyak atau<em> baby oil</em>, selanjutnya di-<em>massage</em> (dipijat). Urutlah payudara dengan kedua tangan mengelilingi payudara, kemudian dari pangkal payudara ke arah puting. Selanjutnya, kompres payudara dengan lap handuk yang telah direndam dalam air panas. Lalu kompres dengan lap yang telah direndam air dingin. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Selama membengkak payudara tersebut harus tetap sering disusukan ke bayi. &#8220;Dengan bayi menyusu maka isi gudang ASI pun berkurang. Kalau tidak disusukan, misalnya, bayi sudah kenyang, maka payudara yang membengkak harus dikosongkan dengan cara dipompa hingga ASI-nya habis.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>5.MASTITIS ATAU INFEKSI PAYUDARA </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Pada payudara yang terkena infeksi akan terlihat ciri-ciri payudara membengkak, merah, dan nyeri. Mastitis biasanya merupakan kelanjutan dari payudara yang membengkak atau tersumbat lokal yang tidak ditangani tuntas. &#8220;Jadi, bengkak dulu atau ada benjolan dulu baru terjadi mastitis. Tidak pernah mastitis terjadi tanpa adanya pembengkakan di payudara.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Bila sudah terjadi mastitis, biasanya juga menimbulkan reaksi sistemik. &#8220;Ibu akan demam di seluruh tubuh. Akhirnya, bukan hanya payudara yang terinfeksi, namun seluruh tubuh pun bisa terkena infeksi.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Kalau sudah begini mau tak mau ibu harus minum antibiotika untuk mengatasi infeksi. &#8220;<em>Massage</em> tidak boleh dilakukan, tapi cukup dengan pengompresan panas-dingin, serta minum yang banyak. Karena ibarat got kotor, jika kita guyur pakai air banyak-banyak, maka air kotor yang menyumbat akan terguyur keluar. Sementara untuk menahan nyeri, ibu juga akan diberi analgetik.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Tentu saja, menyusui harus tetap jalan. &#8220;Makin bayi tak menyusu, ASI akan makin menumpuk sehingga mau tak mau harus dikeluarkan dengan dipompa.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Kalau keadaan mastitis masih dini, dalam seminggu-dua minggu akan sembuh. &#8220;Karena jaringan payudara itu, kan, termasuk dalam jaringan yang gembur sehingga mudah sembuh.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>6.PAYUDARA ABSES </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Bila mastitis ditangani terlambat atau tak ditangani dengan baik, maka bisa mengakibatkan payudara abses. &#8220;Mastitis itu sebenarnya tak terlalu masalah. Tapi karena terlambat diobati, maka menyebabkan abses. Misalnya, ASI jadi basi sehingga tumbuhlah kuman yang mengakibatkan abses.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika sudah abses bayi tak boleh lagi menyusu. &#8220;Karena bisa saja ASI tercampur nanah dari abses itu.&#8221; Abses bisa terjadi di sekitar puting, bisa juga di seluruh payudara. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Ciri payudara yang mengalami abses adalah bentuknya merah kehitaman layaknya sedang bisulan. Payudara pun tidak setegang saat mastitis. &#8220;Kalau abses, payudara jadi lembek karena sudah ada nanah di balik kulit.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Jika sudah abses, mau tak mau, di bagian nanah itu harus diinsisi/dibuka dan dikeluarkan nanahnya. &#8220;Jadi, semacam operasi kecil yang membuka kulit sedikit dan mengeluarkan nanahnya dengan memakai tampon, kemudian dijahit lagi.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Dalam waktu 1-2 minggu, biasanya abses pun sembuh setelah diinsisi. Tentu saja si ibu pun akan diberi antibiotika untuk menyembuhkan infeksinya. &#8220;Sebaiknya ASI dari payudara yang abses tetap dipompa keluar dan dibuang. Sementara itu, anak menyusu dari payudara yang tidak abses.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>7.<em>RELUCTANT NURSER</em> </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Suatu istilah dimana bayi tak mau menyusu karena ASI yang keluar dari si ibu begitu kuat. Penyebabnya karena ibunya terlalu sehat sehingga produksi ASI menjadi berlebihan. &#8220;Memang bagus jika produksi ASI begitu banyak, namun kalau ASI yang keluar terlalu deras, maka bayi pun jadi gelagapan. Akibatnya, ia tak mau minum ASI lagi.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Cara mengatasinya, si bayi sebaiknya diminta sering-sering menyusu atau kalau mau menyusu, pompa dulu ASI-nya separuh dalam botol, sehingga saat bayi menyusu tidak terlalu penuh lagi yang menyebabkan ASI mancur terlalu deras. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em>Indah Mulatsih. </em></span></span></p>
<p>sumber: Tabloid Nakita</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.menyusui.net/manfaat-asi/semua-ibu-pasti-bisa-menyusui-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui'>Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/problem-ibu-menyusui-mastitis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Problem Ibu Menyusui: Mastitis'>Problem Ibu Menyusui: Mastitis</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/bila-payudara-bengkak-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui'>Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
