<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.menyusui.net &#187; masalah ibu menyusui</title>
	<atom:link href="http://www.menyusui.net/tag/masalah-ibu-menyusui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.menyusui.net</link>
	<description>asi eksklusif, menyusui, dan tentang bayi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jun 2010 06:57:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Masalah Ibu Menyusui: Abses Payudara</title>
		<link>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/masalah-ibu-menyusui-abses-payudara/</link>
		<comments>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/masalah-ibu-menyusui-abses-payudara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2008 01:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Problem Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[abses payudara]]></category>
		<category><![CDATA[masalah ibu menyusui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Abses payudara merupakan komplikasi yang terjadi akibat peradangan payudara kronik. Peradangan payudara atau yang disebut mastitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, perembesan sekresi melalui fisura di puting, dan dermatitis yang mengenai puting.
Bakteri yang sering menyebabkan terjadinya mastitis ini adalah Stafilokokus aureus atau streptokok. Mastitis sering terjadi pada pascapartum, selama awal laktasi jika organisme berhasil masuk [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/bila-payudara-bengkak-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui'>Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/berbagai-masalah-menyusui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berbagai Masalah Menyusui'>Berbagai Masalah Menyusui</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/payudara-sehat-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Payudara Sehat Saat Menyusui'>Payudara Sehat Saat Menyusui</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abses payudara merupakan komplikasi yang terjadi akibat peradangan payudara kronik. Peradangan payudara atau yang disebut mastitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, perembesan sekresi melalui fisura di puting, dan dermatitis yang mengenai puting.</p>
<p>Bakteri yang sering menyebabkan terjadinya mastitis ini adalah Stafilokokus aureus atau streptokok. Mastitis sering terjadi pada pascapartum, selama awal laktasi jika organisme berhasil masuk dan mencapai jaringan payudara melalui fisura pada puting.</p>
<p>Gejala dan tanda yang sering ditimbulkan oleh abses payudara adalah tanda-tanda inflamasi pada payudara (merah, panas jika disentuh, membengkak, dan nyeri tekan), keluar nanah/pus dari puting, teraba massa, gejala sistemik berupa demam tinggi, menggigil, malaise, dan timbul limfadenopati pectoralis, axiller, parasternalis, dan subclavia.</p>
<p>Adapun patogenesis dari abses payudara adalah:<br />
luka/lesi pada puting<br />
organisme masuk (organisme ini biasanya dari mulut bayi)<br />
peradangan<br />
terjadi penyumbatan duktus<br />
produksi susu normal<br />
pengeluaran susu terhambat<br />
terbetuk abses.</p>
<p>Penanganan yang dapat dilakukan untuk mastitis adalah pemanasan lokal, antipiretik dan analgesik ringan, pengosongan payudara berkala dengan terus memberikan ASI atau memompa, dan terapi antibiotika oral.</p>
<p>Namun jika sudah terjadi abses, perlu diberikan antibiotik intravena, aspirasi, atau insisi dan jika perlu drainase. Setiap cairan aspirasi perlu dilakukan pemeriksaan histologik untuk menyingkirkan keganasan.</p>
<p>penulis <a href="http://muel-muel.blogspot.com/2008/06/abses-payudara.html" target="_blank">Samuel Sinaga</a></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/bila-payudara-bengkak-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui'>Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/berbagai-masalah-menyusui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berbagai Masalah Menyusui'>Berbagai Masalah Menyusui</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/payudara-sehat-saat-menyusui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Payudara Sehat Saat Menyusui'>Payudara Sehat Saat Menyusui</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/masalah-ibu-menyusui-abses-payudara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bila Payudara Bengkak Saat Menyusui</title>
		<link>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/bila-payudara-bengkak-saat-menyusui/</link>
		<comments>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/bila-payudara-bengkak-saat-menyusui/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 11:36:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Problem Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[masalah ibu menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[payudara bengkak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menyusui.net/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Patut diwaspadai bila bengkak disertai demam dan terjadi perubahan warna pada payudara.
 




Tari       &#8211; sebutlah begitu &#8211; seorang ibu menyusui. Setelah empat bulan menyusui,       tiba-tiba ia merasa tak enak badan; tubuhnya mendadak pegal-pegal. Ia pun       mengalami demam [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/problem-ibu-menyusui-mastitis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Problem Ibu Menyusui: Mastitis'>Problem Ibu Menyusui: Mastitis</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aneka Masalah Payudara'>Aneka Masalah Payudara</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/manfaat-asi/semua-ibu-pasti-bisa-menyusui-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui'>Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><em><strong>P</strong></em><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><em><span style="color: #6699cc;">atut diwaspadai bila bengkak disertai demam dan terjadi perubahan warna pada payudara.</span></em></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"> <span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%">
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Comic Sans MS; font-size: x-large;">T</span><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">ari       &#8211; sebutlah begitu &#8211; seorang ibu menyusui. Setelah empat bulan menyusui,       tiba-tiba ia merasa tak enak badan; tubuhnya mendadak pegal-pegal. Ia pun       mengalami demam hingga menggigil. Gejalanya hampir mirip dengan yang       dialami penderita flu berat. Bedanya, Tari merasakan nyeri pada payudara       kanannya. Puting payudaranya terluka karena cara menyusui yang salah. Bila       tersentuh sedikit saja, payudaranya langsung <em>cenut-cenut.</em> Apalagi       bila harus menyusui, sakitnya luar biasa. Apa yang sebenarnya terjadi? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; color: #0000ff; font-size: x-small;"><strong>ASI       TAK LANCAR KELUAR</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Menurut <strong>dr. Ayu       Anita, Sp.OG</strong>., gejala sakit seperti yang dialami Tari, dalam istilah       medis disebut mastitis. Rasa sakit timbul karena pada payudara terjadi       suatu proses infeksi yang menimbulkan reaksi sistemik, seperti demam,       nyeri, payudara berwarna kemerahan dan bila diraba agak keras, serta       suhunya terasa hangat ketimbang payudara yang tidak terserang infeksi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Yang perlu diketahui,       rasa sakit pada payudara di masa menyusui sebenarnya biasa terjadi. Namun       sakit yang wajar disebabkan adanya stagnasi/pengeluaran air susu yang tak       lancar. &#8220;Jadi ini bukan mastitis melainkan bengkak payudara biasa,&#8221;       ujar ginekolog yang akrab disapa Anita. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Dokter dari Jakarta       Medical Center ini lalu menjabarkan penyebab terjadinya bengkak pada       payudara, antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* <span style="color: #ff3399;">Bayi       tak mau menyusu</span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Biasanya ada suatu       keadaan yang membuat bayi jadi tak suka menyusu. Misalnya, ASI keluar       terlalu deras sehingga setiap kali mengisap puting susu ibunya, bayi jadi       gelagapan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* <span style="color: #ff3399;">Ibu       tidak teratur mengeluarkan ASI, karena:</span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">- Terpisah sementara       dari si kecil. Misalnya ibu yang bekerja dan tidak mengeluarkan ASI-nya       dengan diperah/dipompa. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">- Ibu menyelingi       pemberian ASI dengan susu botol. Jadi ada jarak waktu di mana ibu tidak       mengeluarkan ASI. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">- Puting terluka       sehingga ibu segan menyusui. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Apa pun penyebabnya,       ASI yang tidak dikeluarkan mengakibatkan terjadinya penggumpalan air susu       dalam kelenjar susu di payudara (ini bisa terlihat dari bengkaknya       payudara ibu). Makin lama, penggumpalan tersebut akan menyumbat kelenjar       susu sehingga volume ASI yang keluar jadi sedikit. Desakan ASI yang tak       lancar inilah yang menimbulkan rasa sakit pada payudara. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Nah, mastitis terjadi       jika ada kuman masuk ke dalam kelenjar susu melalui puting susu. Bisa       karena luka akibat posisi mulut bayi yang tidak tepat atau karena       kurangnya higienitas puting. Umumnya bakteri yang menginfeksi adalah <em>staphylococcus</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; color: #0000ff; font-size: x-small;"><strong>PENANGANAN       PAYUDARA BENGKAK</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Payudara yang sakit       karena ASI tak lancar mengalir biasanya bisa cepat membaik dalam beberapa       hari. Penanganan dapat dilakukannya tanpa obat-obatan sama sekali, yakni: </span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><span>*       Pijat daerah payudara yang sakit sehari dua kali ke arah puting susu (akan       lebih baik bila ibu mempelajari tentang pijat payudara). Gunakan <em>baby       oil</em> untuk dapat melemaskan dan membuat daerah sekitar payudara tidak       kaku. Pemijatan juga dapat membantu memperlancar pengeluaran ASI.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Susui bayi atau perah       ASI sesering mungkin. ASI yang tidak dikeluarkan akan menambah rasa sakit       apalagi jika ASI terus diproduksi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Berikan kompres       hangat untuk membantu memperlancar pengeluaran ASI. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Hindari tekanan lokal       pada payudara. Jangan tidur dengan posisi yang menekan payudara atau       jangan menggunakan bra yang terlalu ketat karena payudara akan tertekan.       Ini bisa membuat payudara bertambah sakit. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Makan makanan yang       bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan banyak-banyaklah minum       cairan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><span style="color: #0000ff;"><strong>PENANGANAN       MASTITIS</strong></span> </span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><span>Mastitis       yang parah dengan gejala seperti demam yang tak kunjung reda atau malah       meninggi dan bahkan mencapai 40 derajat Celsius, serta payudara semakin       terasa nyeri dan terjadi perubahan warna dari kecokelatan menjadi       kemerahan, perlu dikonsultasikan pada dokter atau klinik laktasi. Infeksi       yang tidak ditangani bisa memperburuk kondisi ibu karena kuman pada       kelenjar susu akan menyebar ke seluruh tubuh, kemudian timbul abses (luka </span>bernanah).       Namun menurut Anita kasus tersebut jarang terjadi. Berikut penanganan       mastitis: </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Jangan lakukan       pemijatan karena dikhawatirkan justru membuat kuman tersebar ke seluruh       bagian payudara dan menambah risiko infeksi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Bayi masih boleh       menyusu kecuali bila terjadi abses. Kalau demikian keadaannya, untuk       mengurangi bengkak, ASI harus tetap dipompa keluar. Bayi sebaiknya tetap       menyusu pada payudara yang tak terinfeksi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Obat-obatan       antibiotik, yang aman untuk ibu menyusui, biasanya diberikan untuk       mengatasi infeksi. Sementara rasa sakit bisa dikurangi dengan obat-obatan       yang mengandung analgesik. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Bila terdapat abses,       cairan nanah akan dikeluarkan dengan insisi abses/tindakan bedah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Makanlah makanan       bergizi<span> </span>dan banyak minum karena       kondisi mastitis membuat daya tahan tubuh ibu menurun. Daya tahan tubuh       yang meningkat dapat mengatasi infeksi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">*</span><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"> Banyak istirahat. Cara ini pun bisa meningkatkan daya tahan tubuh karena       istirahat dapat memulihkan kondisi tubuh.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; color: #0000ff; font-size: x-small;"><strong>PENCEGAHAN       MASTITIS </strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">Untuk mencegah mastitis       mau tak mau ibu harus menghindari penyebabnya, dengan: </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Susui bayi segera dan       sesering mungkin. Bila payudara terasa penuh, segera keluarkan dengan cara       menyusui langsung pada bayi. Kalaupun bayi belum lapar, keluarkan ASI       dengan cara diperah atau dipompa sehingga pengeluaran ASI tetap lancar. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Jaga kebersihan       sekitar puting dan payudara. Selesai<span> </span>menyusui,       bersihkan puting dengan menggunakan kapas yang dibasahi air matang.       Keringkan puting dengan handuk agar suasana di sekitarnya tak lembap.       Kelembapan akan memudahkan kuman berkembang biak. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Jangan membersihkan       puting dengan sabun. Kandungan soda pada sabun dapat membuat kulit menjadi       kering sehingga mudah terjadi iritasi seperti lecet atau luka bila disusu       bayi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Puting yang luka       harus tetap dibersihkan sehabis diisap bayi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;">* Pilih bra khusus       untuk ibu menyusui dengan bahan yang menyerap keringat. Jangan gunakan bra       yang terlalu menekan payudara. Demi menjaga higienitas daerah payudara,       ganti bra sesering mungkin setiap kali basah karena keringat atau setelah       dipakai seharian.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"><span>Dedeh       Kurniasih</span>.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">sumber: Tabloid Nakita</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p></span></span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/problem-ibu-menyusui-mastitis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Problem Ibu Menyusui: Mastitis'>Problem Ibu Menyusui: Mastitis</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/problem-menyusui/aneka-masalah-payudara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aneka Masalah Payudara'>Aneka Masalah Payudara</a></li>
<li><a href='http://www.menyusui.net/manfaat-asi/semua-ibu-pasti-bisa-menyusui-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui'>Semua Ibu Pasti Bisa Menyusui</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.menyusui.net/problem-menyusui/bila-payudara-bengkak-saat-menyusui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
