KRL Akan Dilengkapi Kursi Khusus Orang Hamil
PT Kereta Api mulai 3 Agustus 2004 menyediakan kursi khusus untuk wanita hamil, ibu menyusui, lansia, dan orang cacat di kereta rel listrik (KRL) kelas ekonomi maupun kereta ekspres di Jabotabek.
“Pemberlakuan kursi khusus ini bersamaan dengan perubahan jadwal kereta api pada bulan Agustus,” kata Humas Daerah Operasi I Jabotabek, Akhmad Sujadi, di Jakarta, Senin. Pengadaan kursi khusus merupakan jawaban PT Kereta Api terhadap keluhan dan permintaan pelanggan. Dengan kursi khusus itu, wanita hamil, ibu menyusui, lansia, dan orang cacat tidak perlu khawatir saat naik kereta.
Ia mengemukakan, kursi khusus tersebut menurut rencana akan diletakkan di empat pojok gerbong kereta. Di setiap gerbong ada delapan kursi khusus, dan di atasnya akan ditandai dengan stiker, begitu pula warna kursi tersebut berbeda dengan kursi lainnya.
“Di kereta impor dari Jepang kursi khusus sebenarnya sudah ada, warnanya beda sendiri. Kereta lainnya akan mengikuti kereta Jepang itu,” kata Akhmad. Atas pertanyaan bagaimana jika kondisi kursi khusus tersebut sama dengan gerbong khusus wanita, Akhmad mengatakan, “Kuncinya ada pada kesadaran para penumpang”.
Gerbong khusus wanita sudah ada sejak awal tahun 2004, tapi hingga kini belum berjalan. Pada jam-jam kereta penuh, dua gerbong pertama (KRL tujuan Jakarta) atau dua gerbong terakhir (KRL tujuan Bogor) seharusnya hanya berisi penumpang perempuan. Namun pada kenyataannya hal tersebut tidak pernah terjadi.
“Banyak juga perempuan yang tidak senang menaiki gerbong wanita karena tidak bisa bareng dengan suami atau pacarnya,” kata Akhmad. Laki-laki mungkin tidak malu menumpang di gerbong wanita, namun menurut Akhmad, seharusnya penumpang biasa malu bila menduduki kursi khusus saat di gerbong itu ada wanita hamil, ibu menyusui, orang cacat, atau lansia. (Ant/Egi)
sumber: Kompas Cyber Media, 26 Juli 2004
Tidak ada artikel yang berhubungan.




